Gempa Berkekuatan 6 Skala Richter Goyang Bengkulu Dini Hari
Gempa berkekuatan 6,0 skala Richter dini hari telah menggoyang Bengkulu di pantai barat Pulau Sumatera, Sabtu (4/9/12010). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa itu terjadi jam 00:06:49 WIB pada posisi 3,76 LS - 101,81 BT. Pusat gempa berada di kedalaman 28 Km pada arah 36 Km Barat Daya Lais atau 46 Km Padang Betuah Kabupaten Bengkulu Utara.
Gempa 6,0 skala Richter terjadi karena pergerakan lempeng Indoaustralia. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. dan tidak ada kerusakan berat ataupun korban jiwa yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
Baca Selanjutnya: Gempa Berkekuatan 6 Skala Richter Goyang Bengkulu Dini Hari

Diawal tahun 2010, sejumlah ilmuwan terkemuka di Eropa telah mengeluarkan peringatan bakal terulangnya gempa serta tsunami yang menghantam pantai barat Sumatera. Prediksi gempa yang akan terjadi lagi si Sumatera ini dibenarkan oleh ahli gempa dari Jepang, Goto Yozo. Menurutnya, gempa akan lebih besar dibanding gempa di Padang dan kemungkinan besar akan terjadi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Dikatakan Goto, prediksi ini berdasarkan hasil penelitian timnya. Gempa di celah Mentawai akan terjadi. Intensitasnya akan sering dan lebih besar. Waktu getar lamanya akan lebih panjang termasuk durasinya. Para ilmuwan terus meneliti energi besar yang masih tersimpan di bawah bumi Mentawai, Sumatera Barat. Energi itu konon bisa memicu gempa berkekuatan 8,9 skala richter. Para ilmuwan juga menghitung ancaman tsunami yang bisa terjadi di wilayah barat Sumatera ini.
Setelah menggelar acara buka bersama dan solat taraweh dengan sejumlah parajurit TNI di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pukul 21.00 WIB juga telah melakukan pidato politiknya yang berkaitan dengan hubungan Indonesia dengan Malaysia di Gedung Gatot Subroto Mabes TNI. Acara penyampaian pidato politik SBY tersebut juga di hadiri oleh beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, diantaranya Menko Kesra, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Pertahanan, Menteri Pemuda dan Olahraga, dan juga Kapolri.
Gunung berapi Sinabung sejak kemarin sore mengeluarkan asap tebal dan sesekali terdengar letusan yang dikuti aliran lahar panas. Ratusan masyarakat yang tinggal di kaki Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pun mulai mengungsi. Masyarakat Desa Pekera, Desa Sukanalu dan tiga desa lainnya di Kecamatan Naman Teran yang berada di kaki gunung tersebut mengungsi ke Simpang Empat, Kabanjahe dan kota Berastagi. Tidak sedikit juga yang langsung menyelamatkan diri ke Medan sejak pukul 20.00 WIB malam tadi.







