Sabtu, 19 May 2012
   
Teks

Pencarian

Toko Buku Online

Kakao - Bagian-bagian Tanaman Kakao

Kumpulan Artikel - Budidaya Tanaman

Indeks Artikel
Kakao
Bagian-bagian Tanaman Kakao
Syarat Tumbuh Tanaman Kakao
Panen Kakao
Seluruh halaman
C. Bagian-bagian Tanaman Kakao

C.1. Akar Tanaman Kakao

Akar kakao atau cokelat adalah akar tunggang (radix primaria). Pertumbuhan akar kakao bisa sampai 8 meter ke arah samping dan 15 meter ke arah bawah. Kakao yang diperbanyak secara vegetatif pada awal pertumbuhannya tidak menumbuhkan akar tunggang, melainkan akar-akar serabut yang banyak jumlahnya. Setelah dewasa tanaman tersebut menumbuhkan dua akar tunggang.

Keterbatasan akar kakao untuk berkembang pada tanah yang permukaan airnya ekstrim menjadi faktor pembatas penanaman kakao didaerah pantai. Pada tanah yang drainasenya jelek dan permukaan air tanahnya tinggi, akar tunggang tidak dapat tumbuh lebih dari 45 cm.

Akar kecambah yang telah berumur 1-2 minggu biasanya menumbuhkan akar-akar cabang (radix lateralis). Dari akar cabang ini tumbuh akar-akar rambut (fibrillia) yang jumlahnya sangat banyak. Pada bagian ujung akar ini terdapat bulu akar yang dilindungi tudung akar (calyptra). Bulu akar inilah yang berfungsi untuk menghisap larutan dan garam-garam tanah.

C.2. Batang Tanaman Kakao

Kakao dapat tumbuh sampai ketinggian 8-10 meter dari pangkal batangnya pada permukaan tanah. Tanaman kakao punya kecenderungan tumbuh lebih pendek bila tanaman tanpa pohon pelindung. Diawal pertumbuhannya tanaman kakao yang diperbanyak melalui biji akan menumbuhkan cabang-cabang primer. Letak cabang-cabang primer itu tumbuh disebut jorguette, yang tingginya dari permukaan tanah 1-2 meter. Ketinggian jorguette yang ideal adalah 1,2 - 1,5 meter agar tanaman dapat menghasilkan tajuk yang baik dan seimbang.

Pada tanaman kakao yang diperbanyak secara vegetatif tidak didapati jorguette. Cabang-cabang primer tumbuh dari pangkal batang dekat permukaan tanah sehingga ketinggian tanaman relatif lebih rendah dari tanaman kakao asal biji. Untuk membentuk habitat yang baik, dibutuhkan seleksi cabang atau pemangkasan yang teratur.

Dari batang maupun cabang acapkali tumbuh tunas-tunas air (chupon). Bila tunas air ini dibiarkan tumbuh akan membentuk jorket kembali. Tunas air tersebut juga menyerap banyak energi sehingga bila dibiarkan tumbuh akan mengurangi pembungaan dan pembuahan. Karena itu tunas air harus dipangkas secara berkala.

Ditinjau dari tipe pertumbuhannya, cabang-cabang pada tanaman kakao tumbuh ke arah atas ataupun samping. Cabang-cabang tumbuh ke arah samping disebut cabang-cabang plagiotrop dan cabang-cabang yang tumbuh ke arah atas disebut cabang-cabang orthotrop.

C.3. Daun Tanaman Kakao

Daun tanaman kakao terdiri atas tangkai daun dan helai daun. Panjang daun berkisar 25-34 cm dan lebar 9-12 cm. Daun yang tumbuh pada ujung-ujung tunas biasanya berwarna merah dan disebut daun flush, permukaannya seperti sutera. Setelah dewasa, warna daun akan berubah menjadi hijau dan permukaannya kasar. Pada umumnya daun-daun yang terlindung lebih tua warnanya dibandingkan dengan daun-daun yang langsung terkena sinar matahari.

Mulut daun (stomata) tanaman kakao terletak pada bagian bawah permukaan daun. Jumlah mulut daun sangat bergantung pada intensitas sinar matahari. Karena kakao termasuk tanaman lindung, maka pengaturan pertumbuhan tanaman cara pengurangan daun untuk menyerap sinar matahari akan sangat menentukan pembungaan dan pembuahan.

C.4. Bunga Tanaman Kakao

Jumlah bunga tanaman kakao/cokelat mencapai 5.000 - 12.000 bunga per pohon pertahun, tetapi jumlah buah matang yang dihasilkannya hanya berkisar satu persen saja.

Bunga tanaman kakao tergolong bunga sempurna, terdiri atas daun kelopak (calyx) sebanyak 5 helai, dan benang sari (androecium) sejumlah 10 helai. Diameter bunga 1,5 cm. Bunga disangga oleh tangkai bunga yang panjangnya 2-4 cm. Tangkai bunga tersebut tumbuh dari bantalan bunga pada batang atau cabang. Bantalan bunga pada cabang akan menumbuhkan bunga ramiflora sedangkan bantalan bunga pada batang akan menumbuhkan bunga cauliflora, yang diameter serbuk sarinya hanya 2-3 mikron.

Daun kelopak bunga (calyx) berbentuk lanset, panjang 6-8 mm. Warna daun kelopak putih dan kadang-kadang makin ke ujung warnanya ungu kemerahan. Daun mahkota (corolla) berbentuk cawan, panjangnya 8-9 mm. Warna daun mahkota putih kekuningan atau putih kemerahan. Benang sari (adnroecium) tersusun dalam dua lingkaran. Satu lekukan terletak dilekukan mahkota. Ukurannya pendek dan tidak keluar dari bunga, berbentuk pita dan berwarna kuning. Lingkaran kedua terdiri atas 5 helaian yang tidak mengandung tepung sari, terletak disebelah dalam. Ukurannya panjang dan tumbuh keluar dari bunga. Daun buah (gynoecium) terdiri atas 5 helai dengan tepi saling berlekatan untuk membentuk bakal buah (ovarium) beruang satu.

Penyerbukan buka tanaman kakao dibantu oleh serangga. Sebanyak 75% dari bunga yang menyerbuk diketahui dibantu oleh serangga Forcipomnya spp, sedangkan 25% lagi oleh serangga lain yang didapati pada bunga. Ada tiga ordo penyerbuk pada tanaman kakao, yaitu homoptera, hymenoptera, dan diptera. Dari hasil penelitian diketahui bahwa serangga Forcipomya spp atau serangga lainnya hinggap pada bunga kakao dan kemudian tanpa sengaja penyerbukannya karena tertarik pada garis merah yang terdapat pada staminodia dan pada kerudung penampung bunga. Penyerbukan biasanya berlangsung pada pagi hari, yaitu pada pukul 7.30 - 10.30.  Lingkungan yang lembab, dingin, dan gelap karena tajuk sudah tumbuh rapat merupakan kondisi yang disenangi serangga tersebut.

C.5. Buah Tanaman Kakao

Buah tanaman kakao merupakan buah buni yang daging bijinya sangat lunak. Kulit buah mempunyai 10 alur dan tebalnya 1-2 cm. Kulit buah mempunyai 10 alur dan tebalnya 1-2 cm. Pada waktu masih muda, biji kakao menempel pada bagian kulit dalam buah, tetapi bila buah kakao telah matang maka biji kakao terlepas dari kulit buah. Buah kakao demikian akan berbunyi bila digoncang.

Jumlah bunga tanaman kakao yang menjadi buah sampai matang dan jumlah biji di dalam buah serta berat biji merupakan faktor-faktor yang menentukan produksi. Buah kakao muda yang ukurannya kurang dari 10 cm disebut cherelle (buah pentil). Buah muda ini acapkali mengalami pengeringan (cherelle wilt) sebagai gejala yang spesifik dari kakao. Gejala demikian disebut physiological effect thinning, yaitu adanya proses fisiologis yang menyebabkan terhambatnya penyaluran hara untuk menunjang pertumbuhan buah muda. Gejala tersebut bisa saja dikarenakan adanya kompetisi energi antara vegetatif dan generatif atau karena adanya pengurangan hormon yang dibutuhkan untuk pertumbuhan buah muda.

Didalam setiap buah kakao terdapat 30-50 biji, bergantung pada jenis tanaman. Sedangkan berat kering atau satu biji kakao yang ideal 1+0,1 gram. Beberapa jenis tanaman kakao menghasilkan buah yang banyak tetapi bijinya kecil, dan sebaliknya.

Perubahan warna kulit tongkong dapat dijadikan tanda kematangan buah. Terdapat buah kakao yang berwarna hijau tua, hijau muda, atau merah pada waktu muda, tetapi akan berwarna kuning bila telah matang.


Sedang Online

Kami punya 15 tamu online

Log Masuk

Pencatat Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini159
mod_vvisit_counterKemarin1459
mod_vvisit_counterMinggu ini7642
mod_vvisit_counterBulan ini27641
mod_vvisit_counterTotal sejak 10-01-2010935403

Ideelok di Facebook

Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com

Nonton TV Online

Anda dapat nonton TV Online Live Streaming (TV One, Tranc TV, Indosiar, Trans 7, AN TV, DAAI TV, dan Spacetoon) dengan Klik ini NONTON TV ONLINE.

Auto Submit Iklan Anda

Pasang iklan barang/produk Anda pada 1.320 lebih website iklan baris secara otomatis dengan Software Autosubmit.

Budidaya Tanaman

Anggrek

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Anggrek merupakan tanaman hias yang beraneka ragam jenisnya. Menurut Schuttleworth et al., 1970, terdapat... [Selanjutnya...]

Perbanyakan Tanaman dengan Kultur...

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Pengertian Kultur Jaringan (Kultur In Vitro) Kultur jaringan (Tissue Culture) merupakan suatu cara... [Selanjutnya...]

Durian Unggul

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Manfaat Durian Buah durian banyak digemari di kota-kota besar untuk dikonsumsi sebagai makanan buah segar... [Selanjutnya...]

Pembangunan Pertanian Berkelanjutan...

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Tanah adalah salah suatu komponen lahan berupa lapisan teratas kerak bumi yang terdiri dari bahan mineral... [Selanjutnya...]

Kelapa Sawit

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Sejarah Perkembangan Tanaman Kelapa Sawit di Indonesia Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis) berasal... [Selanjutnya...]

Kakao

Kakao

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Tanaman kakao atau cokelat telah dikenal di Indonesia sejak tahun 1560, tetapi baru menjadi komoditi yang... [Selanjutnya...]

Kopi

Kopi

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel I. Sejarah Perkembangan Kopi di Dunia Kopi sebagai salah satu komoditi non migas, memiliki pasaran yang... [Selanjutnya...]

Cabe

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Tanaman cabe merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan yang memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Cabe... [Selanjutnya...]

Jeruk

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk... [Selanjutnya...]

Karet

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel BUDIDAYA TANAMAN KARET 1. MANFAAT TANAMAN KARET Karet mempunyai arti penting dalam aspek kehidupan... [Selanjutnya...]

Alpukat

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Keberadaan tanaman alpukat telah cukup lama di Indonesia, sekitar dua abad yang lalu. Pengembangan tanaman... [Selanjutnya...]

Jagung

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Tanaman jagung merupakan bahan baku industri pakan dan pangan serta sebagai makanan pokok di beberapa daerah... [Selanjutnya...]

Nilam

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Minyak nilam merupakan salah satu komoditi non migas yang belum dikenal secara meluas di Indonesia, tapi... [Selanjutnya...]

Kentang

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Kentang (Solanum tuberosum L) merupakan sumber utama karbohidrat, sehingga menjadi salah satu komoditi... [Selanjutnya...]

Tomat

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Manfaat Buah Tomat Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting dan merupakan salah satu jenis sayuran... [Selanjutnya...]

Pengolahan Tanah Secara Mekanis

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel A. Tujuan Umum Pengolahan Tanah Pengolahan tanah dalam usaha budidaya pertanian bertujuan untuk menciptakan... [Selanjutnya...]

Bawang Merah

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran dataran rendah, berasal... [Selanjutnya...]

Kelas Kemampuan Lahan

Kelas Kemampuan Lahan

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Pengetahuan tentang kelas kemampuan lahan dalam hubungannya dengan penggunaannya sangat penting... [Selanjutnya...]

Budidaya Tanaman Jahe

Budidaya Tanaman Jahe

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Jahe (Zingiber officinale) berasal dari Asia Pasifik, merupakan tanaman rumpun berbatang semu yang... [Selanjutnya...]

Budidaya Tanaman Lorong

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Budidaya tanaman lorong adalah suatu teknik konservasi tanah secara vegetatif, dimana tanaman pokok (pangan... [Selanjutnya...]

Jika Anda menyukai ideelok.com, maka tunjukkanlah apresiasi Anda dengan sedikit sumbangan melalui :

Terima kasih atas sumbangannya.