Sabtu, 19 May 2012
   
Teks

Pencarian

Toko Buku Online

Nilam - Tanaman Nilam Hal. 4

Kumpulan Artikel - Budidaya Tanaman

Indeks Artikel
Nilam
Tanaman Nilam Hal. 2
Tanaman Nilam Hal. 3
Tanaman Nilam Hal. 4
Seluruh halaman

Panen dan penyiapan bahan tanaman nilam

Pada kebun perbanyakan, panen stek pertama dilakukan 3-4 bulan, yaitu dengan memangkas cabang/batang setinggi 30 cm di atas permukaan tanah dengan menyisakan 1-2 cabang. Stek-stek yang baru dipangkas segera dibawa ketempat penyiapan benih, yaitu pondok atau tempat yang teduh disekitar kebun perbanyakan dimana telah disediakan peralatan yang dibutuhkan untuk pengepakan. Stek-stek dibasahi dengan air kemudian diseleksi, untuk stek pucuk, terdiri dari 4 - 5 buku, daun tua pada buku-buku dibuang, kecuali 1-2 pasang daun pucuk, untuk stek batang/cabang, semua daun dibuang, untuk stek panjang yang akan ditanam langsung ke lapangan panjang stek 30 cm dan sudah mengayu. Dari satu pohon dapat diperoleh 15 - 25 stek panjang yang dapat menjadi 30 - 50 stek pendek untuk disemai polybag.

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
- Pilih stek yang cukup besar atau kekar.
- Stek yang baik adalah yang tidak bengkok.
- Stek nampak sehat tanpa gejala kekurangan hara atau tanda-tanda serangan penyakit dan hama.
- Stek-stek yang terpilih kemudian dicelupkan ke dalam larutan fungisida 0,2%.
Dalam 1 ha dibutuhkan 20.000 benih. 1 Ha kebun perbanyakan dapat memenuhi kebutuhan 30 - 40 ha per tanaman. Dalam 1 tahun dari 1 ha kebun perbanyakan dapt memproduksi benih untuk perluasan 80 - 100 ha.

Pergiliran Tanaman nilam

Pergiliran tanaman nilam dilakukansetiap selesai siklus pertanaman nilam (3 tahun), yaitu dengan menggunakan tanaman-tanaman yang sesuai dan berfungsi ganda, selain berfungsi memotong siklus hama dan penyakit juga dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Tanaman yang dapat dipergunakan untuk pergiliran antara lain legum, palawija setelah itu kembali ditanami nilam.

Pola tanam Tanaman Nilam

Umumnya tanaman nilam diusahakan secara monokuler, namun dapat juga ditanam secara tumpangsari dengan tanaman lain, seperti dengan tanaman palawija (jagung, cabe, terung, dan lainnya). Selain dengan tanaman palawija, nilam dapat dipolatanamkan dengan tanaman tahun seperti kelapa, kelapa sawit, karet yang masih berumur muda, karena tanaman nilam masih berproduksi dengan baik pada intensitas cahaya 75%. Pola tanam ini akan memberikan keuntungan antara lain, menekan biaya operasional terutama biaya pemeliharaan, mengurangi resiko terjadi penurunan harga, kegagalan panen akibat serangan hama/penyakit, curah hujan yang sangat tinggi atau kekeringan dan meningkatkan produktivitas tanah oleh hasil tanaman sela. Selain itu bila limbah padat nilam hasil penyulingan dikembalikan ke lahan, dimana limbah padat ini masih punya aroma dan bau khas, maka limbah ini akan berfungsi sebagai penolak serangga, sehingga tanaman selanya terhindar dari serangan hama. Disamping itu limbah inidapat berfungsi sebagai bahan organik yang dapat menyuburkan tanam. Dari hasil penelitian pola tanam, menunjukkan bahwa nilam dapat dipolatanamkan dengan jagung atau nilam + kacang tanah, nilam + kedele, nilam + kacang hijau, nilam + jagung + kacang tanah. Pada prinsipnya semua tanaman dapat ditumpang sarikan dengan nilam asal: 1) tidak menimbulkan persaingan dalam hal penyerapan unsur hara, air dan cahaya matahari 2) tidak merupakan sumber hama/penyakit bagi tanaman nilam, sebaiknya yang saling menguntungkan. Oleh sebab itu waktu dan jarak tanaman antara sesama tanaman pokok antara tanaman pokok dengan tanaman sela harus diperhitungkan dengan cermat.

Panen dan penanganan pasca panen nilam

Panen pertama dilakukan saat umur tanaman 6 bulan dan panen berikutnya dilakukan setiap 4 bulan sampai tanamanberumur tiga tahun. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau menjelang malam hari agar kandungan minyaknya tetap tinggi. Bila pemetikan dilakukan siang hari, sel-sel daun sedang berfotosintesa sehingga laju pembentukan minyak berkurang, daun kurang elastis dan mudah robek.

Kandungan minyak tertinggi terdapat pada 3 pasang daun termuda yang masih berwarna hijau. Alat untuk panen bisa dipergunakan sabit dengan cara memangkas tanaman pada ketinggian 20 cm dari permukaan tanah. Ada baiknya kalau setiap kali panen ditinggalkan satu - dua cabang untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru pada fase selanjutnya.

Proses penyulingan Nilam

Penyulingan minyak nilam adalah suatu proses pengambilan minyak dari terna kering dengan bantuan air, dimana minyak dan air tidak tercampur. Penyulingan minyak nilam pada minyak nilam pada umumnya dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu:
1. Penyulingan dengan cara dikukus, pada cara ini bahan (terna kering) berada pada jarak tertentu di atas permukaan air.

2. Penyulingan dengan uap langsung, dimana bahan berada dalam ketel suling dan uap air dialirkan dari ketel pada bagian bawah suling.

Kapasitas tangki suling umunya dinyatakan dengan volume (liter). Kerapatan (bulk density) terna nilam kering berkisarantara 90 - 120 g/liter, tergantung dari persentase daun dan kadar airnya.

Bahan konstruksi alat suling akan mempengaruhi mutu minyak dan warna minyak. Jika dibuat dari bahan plat besi tanpa digalvenis akan menghasilkan minyak berwarna gelap dan keruh karena karat. Alat suling yang baik adalah dibuat dari besi tahan karat (stainless steel), atau plat besi yang digalvanis (carbon steel) setidaknya pada bagian pimpa pendingin dan pemisah minyak, agar diperoleh hasil minyak berwarna lebih muda dan jernih.

Terna kering yang sudah dimasukkan ke dalam ketel suling, sebaiknya dibahsahi dengan air supaya terna tersebut dapat dipadatkan. Pembasahan dan pemadatan dilakukan terhadap terna selama pengisian ketel suling. Harus diingat bahwapenyulingan terna kering nilam akan menyerap air sebanyak bobotnya jadi pada penyulingan yang menggunakan sistem kohobasi hal ini harus diperhatikan agar tidak terjadi kekurangan air selama penyulingan.

lama penyulingan dengan dikukus 5 -1 0 jam, sedangkan dengan cara uap langsung lamanya berkisar antara 4 - 6 jam. Lama penyulingan ini tergantung dari cara, kapasitas ketel suling dan kecepatan penyulingan. Untuk penyulingan secara dikukus, kecepatan penyulingan yang baik adalah 0,6 uap/kg terna. Pada penyulingan dengan uap langsung tekanan uap langsung tekanan uap mula-mula 1,0 ATM, lalu dinaikkan secara bertahap sampai 2,5 - 3 kg/cm2 (tekanan dalam ketel suling 0,5 - 1,5 kg/cm2) pada akhir-akhir penyulingan. Hal ini dimaksudkan agar fraksi berat antara lain patchouli alkohol sebagian besar baru akan tersuling pada suhu tinggi atau jika waktu penyulingan cukup lama (Mauludi dan Asman, 2005).



Sedang Online

Kami punya 16 tamu online

Log Masuk

Pencatat Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini171
mod_vvisit_counterKemarin1459
mod_vvisit_counterMinggu ini7654
mod_vvisit_counterBulan ini27653
mod_vvisit_counterTotal sejak 10-01-2010935414

Ideelok di Facebook

Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com

Nonton TV Online

Anda dapat nonton TV Online Live Streaming (TV One, Tranc TV, Indosiar, Trans 7, AN TV, DAAI TV, dan Spacetoon) dengan Klik ini NONTON TV ONLINE.

Auto Submit Iklan Anda

Pasang iklan barang/produk Anda pada 1.320 lebih website iklan baris secara otomatis dengan Software Autosubmit.

Budidaya Tanaman

Anggrek

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Anggrek merupakan tanaman hias yang beraneka ragam jenisnya. Menurut Schuttleworth et al., 1970, terdapat... [Selanjutnya...]

Perbanyakan Tanaman dengan Kultur...

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Pengertian Kultur Jaringan (Kultur In Vitro) Kultur jaringan (Tissue Culture) merupakan suatu cara... [Selanjutnya...]

Durian Unggul

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Manfaat Durian Buah durian banyak digemari di kota-kota besar untuk dikonsumsi sebagai makanan buah segar... [Selanjutnya...]

Pembangunan Pertanian Berkelanjutan...

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Tanah adalah salah suatu komponen lahan berupa lapisan teratas kerak bumi yang terdiri dari bahan mineral... [Selanjutnya...]

Kelapa Sawit

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Sejarah Perkembangan Tanaman Kelapa Sawit di Indonesia Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis) berasal... [Selanjutnya...]

Kakao

Kakao

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Tanaman kakao atau cokelat telah dikenal di Indonesia sejak tahun 1560, tetapi baru menjadi komoditi yang... [Selanjutnya...]

Kopi

Kopi

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel I. Sejarah Perkembangan Kopi di Dunia Kopi sebagai salah satu komoditi non migas, memiliki pasaran yang... [Selanjutnya...]

Cabe

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Tanaman cabe merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan yang memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Cabe... [Selanjutnya...]

Jeruk

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk... [Selanjutnya...]

Karet

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel BUDIDAYA TANAMAN KARET 1. MANFAAT TANAMAN KARET Karet mempunyai arti penting dalam aspek kehidupan... [Selanjutnya...]

Alpukat

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Keberadaan tanaman alpukat telah cukup lama di Indonesia, sekitar dua abad yang lalu. Pengembangan tanaman... [Selanjutnya...]

Jagung

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Tanaman jagung merupakan bahan baku industri pakan dan pangan serta sebagai makanan pokok di beberapa daerah... [Selanjutnya...]

Nilam

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Minyak nilam merupakan salah satu komoditi non migas yang belum dikenal secara meluas di Indonesia, tapi... [Selanjutnya...]

Kentang

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Kentang (Solanum tuberosum L) merupakan sumber utama karbohidrat, sehingga menjadi salah satu komoditi... [Selanjutnya...]

Tomat

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Manfaat Buah Tomat Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting dan merupakan salah satu jenis sayuran... [Selanjutnya...]

Pengolahan Tanah Secara Mekanis

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel A. Tujuan Umum Pengolahan Tanah Pengolahan tanah dalam usaha budidaya pertanian bertujuan untuk menciptakan... [Selanjutnya...]

Bawang Merah

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran dataran rendah, berasal... [Selanjutnya...]

Kelas Kemampuan Lahan

Kelas Kemampuan Lahan

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Pengetahuan tentang kelas kemampuan lahan dalam hubungannya dengan penggunaannya sangat penting... [Selanjutnya...]

Budidaya Tanaman Jahe

Budidaya Tanaman Jahe

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Jahe (Zingiber officinale) berasal dari Asia Pasifik, merupakan tanaman rumpun berbatang semu yang... [Selanjutnya...]

Budidaya Tanaman Lorong

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Budidaya tanaman lorong adalah suatu teknik konservasi tanah secara vegetatif, dimana tanaman pokok (pangan... [Selanjutnya...]

Jika Anda menyukai ideelok.com, maka tunjukkanlah apresiasi Anda dengan sedikit sumbangan melalui :

Terima kasih atas sumbangannya.