Ditulis oleh farah Minggu, 07 Agustus 2011 23:06
Ada 4 macam bumbu dasarĀ dalam pengolahan masakan khas Indonesia, yaitu: bumbu dasar merah, putih, kuning dan oranye. Dengan tersedianya bumbu dasar di kulkas menjadikan urusan masak-memasak menjadi lebih mudah, praktis dan siap digunakan kapanpun dibutuhkan.
Bumbu dasar merah mengandung cabai dan bawang. Bumbu dasar kuning terbuat dari campuran kunyit, lengkuas, jahe, bawang putih. Bumbu dasar putih adalah campuran ketumbar, kemiri serta bawang. Sedangkan bumbu dasar oranye merupakan perpaduan antara bumbu dasar kuning dan merah.
Resep untuk mengolah bahan bumbu beraneka ragam warna tersebut cukup mudah, yaitu hanya dengan mengulek/menghaluskan bahan bumbu, lalu kemudian ditumis di penggorengan hingga matang dan berminyak. Untuk mendapatkan hasil terbaik pada bumbu dasar, sebaiknya memakai bahan yang dalam kondisi baik atau segar.

Bahasa pemrograman tingkat tinggi/atas, seperti: Basic, Visual Basic, C, C++, Visual C++ dan lainnya, adalah bahasa pemrograman yang banyak digunakan oleh para programmer saat ini. Bahasa pemrograman tingkat tinggi ini banyak menyediakan fungsi-fungsi built-in yang menakjubkan, memungkinkan programmer terhindar dari penggunaan bahasa mesin yang jauh lebih rumit. Untuk membuat program virus, penggunaan bahasa pemrograman tingkat tinggi akan menjadi lebih memudahkan, namun walaupun demikian juga dijumpai beberapa kendala. Yang pertama adalah sebagian besar bahasa tingkat tinggi tidak dapat digunakan untuk pemrograman pada tingkat dasar sistem, bahkan dengan bahasa C sekalipun tidak akan bisa dilakukan dengan mudah. Akibatnya, virus yang diciptakan pun hanyalah virus yang primitif dalam hal mekanisme reproduksinya, walaupun rutinitas aktivasinya terkadang cukup mengesankan. Kelemahan lainnya yang sangat penting adalah kebanyakan virus yang dibuat oleh bahasa pemrograman tingkat tinggi memiliki ukuran file paling sedikit 10 KB, ukuran yang sangat tidak efisien untuk sebuah virus. Ukuran memory program yang tidak praktis ini akan mudah terlihat oleh pengguna, disebabkan adanya memory terpakai yang tidak jelas apa penyebabnya.
Sejumlah ukuran-ukuran dasar penting yang digunakan untuk menggambarkan/ menjelaskan tentang populasi dan komunitas flora, diantaranya adalah: kepadatan/ kerapatan (density), frekuansi (frequency), penutupan tajuk (coverage) dan biomassa. Selain itu, dapat juga diperoleh ukuran-ukuran ekologis penting lainnya seperti: distribusi populasi, keragaman jenis, dan produktivitas.









