Minggu, 05 September 2010
   
Ukuran Teks

Pencarian dalam Ideelok


Masukkan Code ini K1-13C19Y-6
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Opini dan Ulasan

Ciri-ciri Pimpinan yang Bobrok

Dalam diri setiap insan keinginan untuk menjadi seorang pemimpin pastilah ada, baik itu dilingkungan tempat tinggal, tempat kerja, organisasi, kampung, kabupaten, maupun negaranya. Bila kita mau berkata jujur saat ini kehidupan materi lebih diagung-agungkan, sehingga banyak orang ingin menjadi pemimpin selain untuk memenuhinya egonya untuk berkuasa/menguasai orang lain juga untuk memperkaya dirinya sendiri maupun kelompoknya bahkan keluarganya masing-masing. Kalau ditanya adakah orang yang mau jadi pemimpin dikarenakan semata-mata kepentingan organisasinya atau rakyatnya, ternyata jawabannya adalah sangat sedikit, itupun kalau tidak mau dikatakan hampir tidak ada.

Hanya segelintir pemimpin yang telah ada merupakan pemimpin yang memang layak terpilih atau diangkat, sebaliknya jauh lebih banyak yang tidak layak bin tidak pantas alias bobrok atau cilaka dua belas telah memilihnya.

Baca Selanjutnya: Ciri-ciri Pimpinan yang Bobrok

 

Aku Mencintai Kamu Tanpa Aku Tahu Alasannya

Seorang gadis bertanya kepada pria yang berada dihadapannya, "Mengapa kamu mencintai saya?".

Si pria pun menjawab, "saya tidak dapat menjelaskan apa alasannya kepadamu". "Tetapi saya sungguh mencintaimu", lanjut si pria.

Tak puas atas jawaban si pria, sang gadis berkata lagi seraya bertanya, "Kamu tidak dapat memberikan alasan kepada saya. Bagaimana kamu dapat berkata mencintai saya? Bagaimana kamu dapat berkata kamu mencintai saya?"

Si pria kembali menjawab "Saya sungguh tidak tahu alasannya, tetapi saya dapat membuktikan bahwa saya mencintai kamu."

Baca Selanjutnya: Aku Mencintai Kamu Tanpa Aku Tahu Alasannya

   

Penyakit Batin Sifat Iri dan Dengki

Bila Anda coba memperhatikan secara cermat orang-orang disekeliling Anda, baik di lingkungan tempat tinggal ataupun tempat Anda bekerja. Mungkin Anda setuju pernyataan ini, bahwa tidak sedikit orang memiliki rasa iri dan dengki bila melihat orang lain lebih dari dirinya. Seperti misalnya ada orang lain yang lebih pintar di sekolah atau di tempat kerja, bukannya dijadikan tempat belajar atau bertanya, tapi malah terancam dijadikan objek sasaran untuk disaingi dengan cara tidak sehat atau dicari-cari kelemahan, kelengahan ataupun kesalahannya, supaya kelebihan orang tersebut tidak terlihat/ tertonjolkan atau kalau bisa dilenyapkan agar luput dari pandangan guru atau atasan.

Jika orang lain lebih makmur dan kaya, maka akan dicurigai dan dipergunjingkan bahwa cara memperolehnya dengan cara yang tidak benar, seperti: menipu, korupsi, atau bahkan dituduh mendapatkannya dengan menggunakan ilmu hitam.

Kelebihan yang dimiliki seseorang ternyata malah sering jadi tempat sasaran kedengkian dan keirian hati orang sekelilingnya. Apakah banyak manusia memiliki sifat tidak baik tersebut? Apakah semua orang yang memiliki kelebihan, baik itu kesenangan, kebahagiaan ataupun kenikmatan akan menjadi sasaran sifat iri dan dengki orang lain? atau hanya pada orang-orang tertentu? atau hanya pada orang-orang yang sombong dengan kelebihannya? atau hanya pada orang-orang yang semulanya dianggap lemah dan kecil? Sebaliknya juga timbul pertanyaan apakah setiap orang memiliki sifat iri dan dengki? Apakah kita mampu mengendalikan sifat buruk tersebut?

Baca Selanjutnya: Penyakit Batin Sifat Iri dan Dengki

   

Tipe-tipe (Tipologi) Pemimpin (Leader)

Pemimpin dalam Kehidupan Sosial

Di dalam kehidupan masyarakat, selalu dapat ditemukan adanya pemimpin (leader) dan pengikut (pengikut), adanya kepemimpinan (leadership) dan kepengikutan (followership). Sehubungan dengan itu dapat dikatakan bahwa pemimpin dan kepemimpinan adalah gejala sosial (social/group phenomenon). Sejarah manusia dari abad ke abad membuktikan bahwa kehidupan setiap kelompok sosial tidak terlepas dari manusia-manusia besar yang memimpinnya.

Pemimpin itu jumlahnya tidak banyak, tetapi sangat besar pengaruhnya terhadap hidup dan kehidupan kelompok. Tanpa adanya pemimpin tidak akan ada organisasi dan perkembangan sosial. Namun demikian tidak akan ada pemimpin yang tanpa pengikut. Pemimpin dan pengikut adalah dwitunggal yang dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan.

Setiap individu memiliki kedua status tersebut, artinya dalam situasi tertentu seseorang dapat berstatus sebagai pemimpin, dan pada situasi lain berstatus hanya sebagai pengikut.

Baca Selanjutnya: Tipe-tipe (Tipologi) Pemimpin (Leader)

   

Hal. 1 dari 2

Budidaya Tanaman

Ilmu Komputer

Pendidikan Sekolah

Berita Internasional

Yang Sedang Online

Kami punya 13 tamu online

Catatan Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini513
mod_vvisit_counterKemarin689
mod_vvisit_counterMinggu ini5662
mod_vvisit_counterBulan ini3591
mod_vvisit_counterSemua sejak tgl. 10/01/2010104376

Berita Nasional

Humor

Link Mitra

Iklan Toko Indonesia