Kumpulan Artikel - Religius dan Keyakinan
Ditulis oleh Benidiktus Sihotang Sabtu, 23 Januari 2010 07:12
Seandainya Manusia Sadar dan Takut akan Amarah TUHAN
Seandainya setiap manusia sadar dan takut akan amarah TUHAN, apabila mendapatkan dirinya (bukan orang lain) tidak mengindahkan perintah-NYA, dan berkeyakinan TUHAN sesegera mungkin melakukan tindakan hukuman terhadap dirinya. Saya yakin bumi ini akan bagaikan surga, bagi orang yang miskin maupun kaya, bagi majikan maupun pembantu, bagi pimpinan maupun bawahan, bagi orang tua maupun anak, bagi yang punya kekuasaan maupun tidak, dan juga tentunya juga menjadi surga bagi yang sedang gembira maupun bersedih.
Kenapa saya membuat pernyataan demikian? seperti apa penjelasannya? Saya juga yakin Anda-Anda sekalian mampu medapatkan penjelasannya berdasarkan pengalaman iman Anda sendiri. Jadi tidak perlu saya jelaskan di sini, karena saya kuatir menjadi dinilai sok tahu, atau merasa penjelasan saya menjadi dangkal bila dibaca oleh Anda-Anda yang mempunyai pengalaman iman yang jauh lebih mendalam.

Kesombongan pada diri manusia merupakan suatu penyakit yang sering menghinggapi manusia dan benihnya sering muncul tanpa disadari. Banyak manusia telah terjerat perangkapnya, tersandung, dan bahkan hancur hidupnya karena kesombongan itu sendiri. Ada banyak kesombongan manusia, menyombongkan hartanya, kekuasaannya, ilmu pengetahuannya, kecantikannya, kebaikannnya dan lainnya. Kesombongan ini bisa menimpa siapa saja: saya, anda, kita, dia dan juga mereka. Cobalah Anda simak ungkapan-ungkapan ini, "Itu semua jadi bisa karena saya!", "Karena memandang saya, maka diberikan", "Ah, pendidikannya saja masih dibawah saya, mana mau saya diperintahnya", "Dia belum ada apa-apanya dibandingkan saya!" dan "Sayalah yang membuat itu bisa terlaksana", serta sejumlah ungkapan senada lainnya adalah merupakan indikasi sikap kesombongan seorang manusia.











