Selasa, 07 Februari 2012
   
Teks

Pencarian

Toko Buku Online

Amarah atau Pengampunan TUHAN

Kumpulan Artikel - Religius dan Keyakinan

Seandainya Manusia Sadar dan Takut akan Amarah TUHAN

Seandainya setiap manusia sadar dan takut akan amarah TUHAN, apabila mendapatkan dirinya (bukan orang lain) tidak mengindahkan perintah-NYA, dan berkeyakinan TUHAN sesegera mungkin melakukan tindakan hukuman terhadap dirinya. Saya yakin bumi ini akan bagaikan surga, bagi orang yang miskin maupun kaya, bagi majikan maupun pembantu, bagi pimpinan maupun bawahan, bagi orang tua maupun anak, bagi yang punya kekuasaan maupun tidak, dan juga tentunya juga menjadi surga bagi yang sedang gembira maupun bersedih.

Kenapa saya membuat pernyataan demikian? seperti apa penjelasannya? Saya juga yakin Anda-Anda sekalian mampu medapatkan penjelasannya berdasarkan pengalaman iman Anda sendiri. Jadi tidak perlu saya jelaskan di sini, karena saya kuatir menjadi dinilai sok tahu, atau merasa penjelasan saya menjadi dangkal bila dibaca oleh Anda-Anda yang mempunyai pengalaman iman yang jauh lebih mendalam.

Tidak Sedikit Manusia Malah Takut pada Amarah Hantu, Setan, ataupun Siluman

Kalau judul heading ini dianggap berlebihan, Anda jangan munafik atau merasa tidak pernah mendengar berbagai cerita yang dapat membuktikan pernyataan heading tersebut. Tidak sedikit manusia malah lebih takut dan patuh untuk tidak melanggar pantangan-pantangan suatu tempat, bila pada suatu tempat disebut-sebut angker karena diyakini banyak orang, ada penghuni gaibnya, entah siluman, hantu, setan, atau apapun sejenisnya. Cobalah Anda perhatikan hanya segelintir manusia, bahkan nyaris tidak ada yang berani melanggarnya, bila ada larangan-larang pada tempat itu, seperti tidak boleh bicara sembarangan, tidak boleh menggunakan baju warna tertentu, atau larangan-larangan lainnya.

Tidak Sedikit Manusia berani Menantang Amarah Kecemburuan TUHAN

Sebagian besar manusia tahu kecuali yang tidak beragama, baik itu yang agamanya hanya dalam KTP ataupun yang mengimaninya, bahwa TUHAN melarang setiap manusia yang percaya kepada-NYA untuk menduakan TUHAN. Dan banyak manusia telah menempatkan hubungan keimanannya dengan  TUHAN menjadi hubungan cinta dan kasih. Manusia juga berkeimanan bahwa hubungan manusia dan TUHAN adalah hubungan cinta, cinta TUHAN terhadap manusia, dan cinta manusia terhadap TUHAN. Bila kita simak dalam kehidupan manusia, dimana ada cinta diantara 2 insan manusia, disitu juga akan ada cemburu. Tidak kita pungkiri hubungan cinta bisa berakhir tragis akibat munculnya rasa cemburu yang berkembang menjadi kemarahan dan kebencian. Apakah TUHAN akan cemburu bila manusia menduakan-NYA?

Bila dalam kitab-kitab suci ajaran agama dituliskan ajaran perintah TUHAN bahwa manusia dilarang menduakan TUHAN, berarti TUHAN tentunya memiliki kecemburuan atas hubungan ini. Saya pun yakin amarah TUHAN juga ada apabila manusia telah membuat-NYA cemburu. Manusia saja yang tidak memiliki banyak kuasa pada dirinya apabila dilanda rasa cemburu bisa mengubah kisah cinta menjadi kisah sangat tragis bila diduakan oleh kekasihnya, bagaimana menurut Anda apabila TUHAN yang memiliki segala kuasa di bumi dan di surga cemburu pada manusia yang menduakan-NYA.

Tidak sedikit manusia melakukan hal-hal yang menduakan TUHAN. Sebagai salah satu contoh: banyak manusia dalam kehidupannya mendatangi tempat-tempat keramat atau menjumpai orang pintar/dukun untuk meminta berkah atau jimat yang diyakininya lebih manjur hasilnya daripada memohon pada TUHAN dalam doa dan berusaha sesuai perintah-NYA. Bahkan sebagian manusia sudah tidak lagi memiliki jati diri. Alam pikirannya telah dikuasai dengan keberadaan jimat yang ia peroleh. Segala pantangan dan larangan yang diberitahukan sang dukun kepadanya selama memegang jimat tersebut, ditaati dan dipatuhi serta tidak sekalipun berkeinginan melanggarnya. Contoh lainnya tidak sedikit manusia lebih menuruti perintah manusia lain yang jelas-jelas melanggar perintah dan peraturan TUHAN, hal ini bisa terjadi bila manusia sudah menganggap nasib, takdir, dan peruntungannya di tangan manusia lainnya bukan di tangan TUHAN. Anda jangan coba-coba protes pernyataan terakhir saya ini. Cukup renungkan saja, lakukan kilas balik pada kehidupan Anda, betul atau tidaknya pernyataan ini. Apapun alasan-alasan yang membentengi Anda untuk membenarkan argumen versi keduniawian, apakah itu benar dimata TUHAN. Lebih mencintai hasrat dan kekuatan duniawi juga merupakan bentuk menduakan TUHAN.

Yang menjadi pertanyaan dan perlu direnungkan, apakah kita yakin TUHAN tidak memiliki amarah atas kecemburuan-NYA, serta berkeyakinan bahwa TUHAN masih mau dan akan selalu mengampuni kita. Apakah kita lebih meyakini diampuni dari pada di hakimi TUHAN?

Berkeyakinan diampuni-NYA atau Menerima Amarah-NYA

Tidak sedikit pula manusia dihatinya optimis bahwa setiap kesalahan atau pelanggarannya atas perintah TUHAN, nantinya ia masih diberi waktu untuk memperbaiki atau masih diberi pengampunan oleh TUHAN. Kemudian keyakinan ini pun berkali-kali muncul dalam setiap melakukan pelanggaran tersebut. Satu kali, dua kali, seratus kali, seribu kali, berjuta kali, bahkan tak terhingga kali melanggar perintah TUHAN. Dan manusia pun tetap optimis akan tak terhingganya pengampunan-NYA.

Namun perlu kita renungkan, yakinkah kita? bahwa amarah TUHAN tidak akan terjadi pada diri Kita, melainkan itu hanya terjadi pada orang lain saja. Janganlah men-TUHAN-kan keoptimisan tersebut dalam diri kita.

Sehebat dan Seberapa Kuasakah Manusia?

Bagi manusia yang merasa dirinya sudah seperti manusia super, penuh kuasa, atau memiliki sesuatu entah terlihat ataupun tak terlihat yang telah menjadikannya bagaikan dewa andalan hidupnya. Perlulah setiap hari menanyakan dan menjawab pertanyaan ini sejujur-jujurnya dihatinya "Berapa persen keinginan duniawi saya (keinginan baik ataupun tidak) yang bisa diwujudkan?", dalam 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, dan selama ia bisa diberi kehidupan. Selanjutnya ini bisa menjadi renungan betapa kecilnya kuasa manusia terhadap apa yang bisa dicapai dalam keinginan-keinginannya sendiri, apalagi kuasa untuk menentukan nasib, takdir, dan kehidupan manusia lain. Janganlah menyepadankan kekuasan sekecil itu dengan Maha Kuasanya TUHAN.

Sumber: di-copypaste dari benak saya.

Sedang Online

Kami punya 21 tamu online

Log Masuk

Pencatat Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2214
mod_vvisit_counterKemarin2279
mod_vvisit_counterMinggu ini4493
mod_vvisit_counterBulan ini14295
mod_vvisit_counterTotal sejak 10-01-2010750333

Ideelok di Facebook

Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com

Nonton TV Online

Anda dapat nonton TV Online Live Streaming (TV One, Tranc TV, Indosiar, Trans 7, AN TV, DAAI TV, dan Spacetoon) dengan Klik ini NONTON TV ONLINE.

Auto Submit Iklan Anda

Pasang iklan barang/produk Anda pada 1.320 lebih website iklan baris secara otomatis dengan Software Autosubmit.

Religius dan Keyakinan

Amarah atau Pengampunan TUHAN

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Seandainya Manusia Sadar dan Takut akan Amarah TUHAN Seandainya setiap manusia sadar dan takut akan amarah... [Selanjutnya...]

Hancurkan Kesombongan atau Kesombongan akan Menghancurkanmu

Hancurkan Kesombongan atau Kesombongan...

Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Kesombongan pada diri manusia merupakan suatu penyakit yang sering menghinggapi  manusia dan benihnya... [Selanjutnya...]

Jika Anda menyukai ideelok.com, maka tunjukkanlah apresiasi Anda dengan sedikit sumbangan melalui :

Terima kasih atas sumbangannya.