Minggu, 05 September 2010
   
Ukuran Teks

Pencarian dalam Ideelok


Masukkan Code ini K1-13C19Y-6
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Sumber Daya Alam

Katak Terkecil di Dunia Microhyla nepenthicola

Microhyla nepenthicola ditemukan di dekat Gunung Serapi, di dalam Kubah, Taman Nasional Kalimantan tahun 2004. Katak ini berukuran kurang dari 1,5 centimeter dan berwarna merah oranye. Selain ukurannya yang kecil, hewan amfibi ini memiliki ciri-ciri unik yang berbeda dengan spesies lainnya. Katak ini biasanya mulai bernyanyi menjelang senja, membuat serangkaian suara serak keras yang berlangsung selama beberapa menit, diikuti dengan interval singkat diam. Simfoni "amfibi" ini berlangsung dari matahari terbenam sampai menjelang dini hari.

Katak ini ditemukan tim peneliti yang dipimpin Drs. Indraneil Das dan Alexander Haas dari Institute of Keanekaragaman Hayati dan Konservasi Lingkungan di Universiti Malaysia Sarawak, dan Biozentrum Grindel und Zoologisches Museum Hamburg. Tim peneliti menemukan katak tersebut di semak-semak hutan Taman Nasional Kalimantan. Karena bentuk tubuhnya yang mungil, para peneliti mengusulkan nama untuk katak tersebut adalah microhylid, yakni nama spesies untuk katak yang berukuran di bawah 15 milimeter.

Baca Selanjutnya: Katak Terkecil di Dunia Microhyla nepenthicola

 

Taman Wisata Alam (TWA) Sicikeh-cikeh

Danau I TWA Sicikeh-cikehTaman Wisata Alam (TWA) Sicikeh-cikeh merupakan salah satu hutan hujan tropis di Sumatera Utara. TWA Sicikeh-cikeh merupakan kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam dengan luas 575 Ha. Kawasan Sicikeh-cikeh ditetapkan pemerintah sebagai taman wisata alam melalui Surat Keputusan Menteri Nomor 78/Kpts-II/1998 pada tanggal 7 Februari 1989. TWA Sicikeh-cikeh dikelola oleh resort TWA Sicikeh-cikeh Seksi Konservasi Wilayah I Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara I.

Secara administratif TWA Sicikeh-cikeh berada di Desa Pancur Nauli Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi, sedangkan secara geografis terletak pada 02°35' - 02°41' LU dan 98°20' - 98°30' BT. Untuk mencapai lokasi TWA Sicikeh-cikeh dari Medan ke lokasi melalui rute jalan darat berjarak sekitar 170 km. Keadaan topografi lapangan TWA Sicikeh-cikeh sebagian bergelombang berat dan sebagian bergelombang sedang dan ringan, dengan ketinggian tempat antara 1.500-2.000 m dpl. TWA Sicikeh-cikeh disebelah Utara dan Selatan berbatasan dengan Hutan Lindung Adian Tinjoan, sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Kerajaan dan sebelah Timur berbatasan dengan Desa Pancur Nauli.

Baca Selanjutnya: Taman Wisata Alam (TWA) Sicikeh-cikeh

   

Pemanasan Global (Global Warming) dan Dampaknya

Pemanasan Global (Global Warming) merupakan isu yang semakin sering didengungkan oleh berbagai pihak belakangan ini. Sebagian besar manusia di bumi khususnya negara maju telah mengkhawatirkan dampak perubahan iklim global terhadap kelangsungan kehidupan di bumi. Dampak pemanasan global telah dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Suhu udara makin panas dan intensitas bencana alam pun meningkat, mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Seharusnya kita menyadari bahwa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa bumi ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada  kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global tersebut.

Penyebab Pemanasan Global

Pemanasan global dapat diartikan sebagai kejadian meningkatnya temperatur rata-rata permukaan bumi. Mengapa suhu permukaan bumi bisa meningkat? Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin meningkatnya suhu permukaan bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia.

Baca Selanjutnya: Pemanasan Global (Global Warming) dan Dampaknya

   

Amdal Pada Bidang Pertambangan

A. Apa yang dimaksud dengan AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan)

AMDAL merupakan kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, dibuat pada tahap perencanaan, dan digunakan untuk pengambilan keputusan. Hal-hal yang dikaji dalam proses AMDAL: aspek fisik-kimia, ekologi, sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan kesehatan masyarakat sebagai pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan .

Baca Selanjutnya: Amdal Pada Bidang Pertambangan

   

Budidaya Tanaman

Ilmu Komputer

Pendidikan Sekolah

Berita Internasional

Yang Sedang Online

Kami punya 12 tamu online

Catatan Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini515
mod_vvisit_counterKemarin689
mod_vvisit_counterMinggu ini5664
mod_vvisit_counterBulan ini3593
mod_vvisit_counterSemua sejak tgl. 10/01/2010104378

Berita Nasional

Humor

Link Mitra

Iklan Toko Indonesia