Kumpulan Artikel - Sumber Daya Alam
Ditulis oleh Benidiktus Sihotang Sabtu, 16 Oktober 2010 18:09
Semua populasi mempunyai kemampuan untuk tumbuh dan berkembang, tetapi juga menyusut jumlahnya hingga punah. Keadaan perkembangan dan penyusutan populasi sangat ditentukan oleh kemampuan genetik dan adanya interaksi dengan lingkungannya.
Ada 3 kemungkinan perubahan populasi, yaitu: berkembang, stabil dan menurun. Upaya pengelolaan sangat ditentukan oleh perubahan jumlah individu anggota populasi dan hasil analisis terhadap faktor-faktor lingkungannya.
Pada umumnya populasi makhluk hidup telah bermukim di habitatnya selama jangka waktu yang lama dan menunjukkan perkembangan yang turun naik (berfluktuasi). Hal ini dapat menjelaskan pertanyaan mengapa suatu spesies makhluk hidup pada umumnya tidak begitu saja punah atau pun berkembang sedemikian rupa hingga mendominasi sepesies-spesies lain. Walaupun begitu kepunahan spesies dari suatu habitat tertentu sewaktu-waktu memang mungkin saja terjadi karena perubahan yang ekstrim dari salah satu atau beberapa faktor lingkungan tertentu.
Baca Selanjutnya: Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Populasi Satwa Liar

Organisme atau kumpulan organisme tersebar di permukaan bumi sesuai kemampuan pergerakannya atau kondisi lingkungan seperti adanya pengaruh luas kawasan (luas pulau), ketinggian tempat dan letak geografis. Penyebaran organisme dari satu wilayah ke wilayah lain dapat dilakukan melalui salah satu dari tiga jalan, yaitu:
Populasi merupakan sehimpunan individu atau kelompok individu suatu jenis makhluk hidup yang tergolong dalam satu spesies (atau kelompok berlainan yang dapat melangsungkan interaksi genetik dengan jenis bersangkutan), dan pada suatu waktu tertentu menghuni suatu wilayah atau tata ruang tertentu. Studi mengenai populasi bertujuan untuk menjelaskan dan meramalkan perkembangan suatu populasi
Dinamika populasi merupakan suatu ilmu yang mempelajari mengenai perubahan-perubahan yang terjadi dalam populasi satwa. Perubahan-perubahan anggota populasi ini sangat penting diketahui oleh pengelola agar dapat mengaturnya untuk memperoleh suatu jumlah yang optimum sesuai dengan daya dukungnya.
Identifikasi satwa dimaksudkan sebagai upaya untuk mengenal jenis, keadaan umum status populasi dan tempat hidupnya yang dilakukan di dalam habitatnya. Identifikasi satwa dapat dipandang sebagai satu langkah yang biasanya dilakukan sebelum dilaksanakannya inventarisasi satwa. Identifikasi diperlukan untuk mengetahui gambaran umum secara kualitatif status populasi suatu jenis.
Istilah taksonomi berasal dari bahasa Yunani, yaitu taxis yang berarti susunan dan nomos yang berarti hukum. Jadi secara umum berarti penyusunan yang teratur dan bernoma mengenai organisme-organisme kedalam kelompok-kelompok yang tepat dengan menggunakan nama-nama yang sesuai dan benar. Istilah ini diusulkan pertama kali oleh Condolle pada tahun 1813 untuk klasifikasi tumbuh-tumbuhan.
Microhyla nepenthicola ditemukan di dekat Gunung Serapi, di dalam Kubah, Taman Nasional Kalimantan tahun 2004. Katak ini berukuran kurang dari 1,5 centimeter dan berwarna merah oranye. Selain ukurannya yang kecil, hewan amfibi ini memiliki ciri-ciri unik yang berbeda dengan spesies lainnya. Katak ini biasanya mulai bernyanyi menjelang senja, membuat serangkaian suara serak keras yang berlangsung selama beberapa menit, diikuti dengan interval singkat diam. Simfoni "amfibi" ini berlangsung dari matahari terbenam sampai menjelang dini hari.



















