Amdal Pada Bidang Pertambangan
Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel A. Apa yang dimaksud dengan AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan) AMDAL merupakan kajian dampak besar... [Selanjutnya...]
Ditulis oleh Benidiktus Sihotang Minggu, 14 Februari 2010 21:41
Kumpulan Artikel - Sumber Daya Alam
| Indeks Artikel |
|---|
| Amdal Pada Bidang Pertambangan |
| Aspek Lingkungan Dalam AMDAL Bidang Pertambangan |
| Ruang Lingkup Kegiatan Pertambangan |
| Decomisioning Dan Penutupan Tambang |
| Seluruh halaman |
Setelah ditambang selama masa tertentu cadangan bijih tambang akan menurun dan tambang harus ditutup karena tidak ekonomis lagi. Karena tidak mempertimbangkan aspek lingkungan, banyak lokasi tambang yang ditelantarkan dan tidak ada usaha untuk rehabilitasi. Pada prinsipnya kawasan atau sumberdaya alam yang dipengaruhi oleh kegiatan pertambangan harus dikembalikan ke kondisi yang aman dan produktif melalui rehabilitasi. Kondisi akhir rehabilitasi dapat diarahkan untuk mencapai kondisi seperti sebelum ditambang atau kondisi lain yang telah disepakati. Namun demikian, uraian di atas tidak menyarankan agar kegiatan rehabilitasi dilakukan setelah tambang selesai. Reklamasi seharusnya merupakan kegiatan yang terus menerus dan berlanjut sepanjang umur pertambangan.
Tujuan jangka pendek rehabilitasi adalah membentuk bentang alam (landscape) yang stabil terhadap erosi. Selain itu rehabilitasi juga bertujuan untuk mengembalikan lokasi tambang ke kondisi yang memungkinkan untuk digunakan sebagai lahan produktif. Bentuk lahan produktif yang akan dicapai menyesuaiakan dengan tataguna lahan pasca tambang. Penentuan tataguna lahan pasca tambang sangat tergantung pada berbagai faktor antara lain potensi ekologis lokasi tambang dan keinginan masyarakat serta pemerintah. Bekas lokasi tambang yang telah direhabilitasi harus dipertahankan agar tetap terintegrasi dengan ekosistem bentang alam sekitarnya.
Teknik rehabilitasi meliputi regarding, reconturing, dan penaman kembali permukaan tanah yang tergradasi, penampungan dan pengelolaan racun dan air asam tambang dengan menggunakan penghalang fisik maupun tumbuhan untuk mencegah erosi atau terbentuknya AAT. Isu-isu yang perlu dipertimbangkan dalam penetapan rencana reklamasi meliputi :
Aspek sosial ekonomi selama tahap decomisioning juga perlu diperhatikan khususnya eksistensi dan daya tahan ekonomi masyarakat setempat yang tergantung pada kegiatan pertambangan. Disamping hilangnya pendapatan, kelanjutan penyediaan fasilitas sosial seperti sarana air bersih, air limbah, listrik dan pelayanan kesehatan menjadi tidak jelas. Fasilitas sosial ini biasanya disediakan langsung oleh industri pertambangan. Dengan selesainya kegiatan pertambangan, perlu diperjelas institusi yang akan mengelolan fasilitas sosial tersebut. Semua isu-isu di atas harus dipertimbangkan dalam penentuan rencana penutupan tambang.
Analisa alternatif tambang pada umumnya sangat dibatasi oleh lokasi zona mineralisasi yang tetap dan tuntutan untuk memenuhi kebutuhan pasar atas logam mulia dan mineral yang ditambang. Analisis alternatif didalam AMDAL kegiatan pertambangan hendaknya mempertimbangkan :
Teknik-teknik yang dipakai untuk pengelolaan dan pengendalian dampak lingkungan oleh kegiatan tailing telah berkembang dengan baik, namun untuk isu-isu yang berkaitan dengan sosial ekonomi masih merupakan tantangan yang belum terselesaikan. Banyak perusahaan pertambangan masih bergulat dengan isu-isu sosial seperti :
Mengingat besarnya dampak yang disebabkan oleh aktifitas tambang, diperlukan upaya-upaya pengelolaan yang terencana dan terukur. Pengelolaan lingkungan di sektor pertambangan biasanya menganut prinsip Best Management Practice. US EPA ( 1995) merekomendasikan beberapa upaya yang dapat digunakan sebagai upaya pengendalian dampak kegiatan tambang terhadap sumberdaya air, vegetasi dan hewan liar. Beberapa upaya pengendalian tersebut adalah :
Sedangkan ringkasan upaya pengelolaan yang direkomendasikan untuk setiap tahapan-tahapan kegiatan dapat dilihat pada tabel 3.
Prodjosumarto (1992) telah mengidentifikasikan beberapa upaya pengelolaan yang lazim digunakan bagi kegiatan pertambangan di Indonesia. Upaya-upaya pengelolaan tersebut diuraikan sebagai berikut:
Pembukaan atau pembersihan lahan (land clearing) sebaiknya dilaksanakan secara bertahap, artinya hanya bagian lahan yang akan langsung atau segera ditambang. Setelah penebasan atau pembabatan selesai, maka tanah pucuk (top soil) yang berhumus dan biasanya subur jangan dibuang bersama-sama dengan tanah penutup yang biasanya tidak subur, melainkan harus diselamatkan dengan cara menimbun ditempat yang sama, kemudian ditanami dengan tumbuh-tumbuhan penutup yang sesuai (rumput-rumputan dan semak-semak), sehingga pada saatnya nanti masih dapat dimanfaatkan untuk keperluan reklamasi lahan bekas tambang.
Pada saat mengupas tanah penutup (striping of overburden) jalan-jalan angkut yang dilalui alat-alat angkut akan berdebu, oleh sebab itu perlu disiram air secara berkala. Bila keadaan lapangan memungkinkan, hasil pengupasan tanah penutup jangan diibuang kearah lembah-lembah yang curam, karena hal ini akan memperbesar erodibilitas lahan yang berarti akan menambah jumlah tanah yang akan terbawa air sebagai lumpur dan menurunkan kemantapan lereng (slope stability). Bila tumpukan tanah tersebut berada ditempat penimbunan yang relatif datar, maka tumpukan itu harus diusahakan berbentuk jenjang- jenjang (benches) dengan kemiringan keseluruhan (overall bench slope) yang landai. Disamping itu cara pengupasan tanah penutup sebaiknya memakai metoda nisbah pengupasan yang konstan (constant stripping ratio method) atau metoda nisbah pengupasan yang semakin besar (increasing stripping ratio method) sehingga luas lahan yang terkupas tidak sekaligus besar.
a) Tipe limbah ekstraksi lokasi kerja tamban
Upaya pengelolaan:
b) Tipe limbah Ekstraksi batuan penutup dan batuan limbah
Upaya pengelolaan:
c) Proses pengolahan pengendapan tailing
Upaya pengelolaan:
Sumber : US-EPA/310-R-95-008 EPA
Untuk metoda penambangan bawah tanah (underground mining) dampak negatifnya terhadap lingkungan hidup agak terbatas. Yang perlu diperhatikan dan diwaspadai adalah dampak pembuangan batuan samping (country rock/waste) dan air berlumpur hasil penirisan tambang (mine drainage). Kecuali untuk metode ambrukan (caving method) yang dapat merusak bentang alam (landscape) atau morfologi, karena terjadinya amblesan (surface subsidence). Metoda penambangan bawah tanah yang dapat mengurangi timbulnya gas-gas beracun dan berbahaya adalah penambangan dengan “auger” (auger mining), karena untuk pemberaiannya (loosening) tidak memakai bahan peledak.
Untuk menekan terhamburnya debu ke udara, maka harus dilakukan penyiraman secara teratur disepanjang jalan angkut, tempat-tempat pemuatan, penimbunan dan peremukan (crushing). bahkan disetiap tempat perpindahan (transfer point) dan peremukan sebaiknya diberi bangunan penutup serta unit pengisap debu
Untuk menghindari timbulnya getaran (ground vibration) dan lemparan batu (fly rock) yang berlebihan sebaiknya diterapkan cara-cara peledakan yang benar, misalnya dengan menggunakan detonator tunda (millisecond delay detonator) dan peledakan geometri (blasting geometry) yang tepat.
Lumpur dari penirisan tambang tidak boleh langsung dibuang ke badan air (sungai, danau atau laut), tetapi harus ditampung lebih dahulu di dalam kolam-kolam pengendapan (settling pond) atau unit pengolahan limbah (treatment plant) terutama sekali bila badan air bebas itu dipakai untuk keperluan domestik oleh penduduk yang bermukim disekitarnya
Segera melaksanakan cara-cara reklamasi/ rehabilitasi/restorasi yang baik terhadap lahan-lahan bekas penambangan. Misalnya dengan meratakan daerah-daerah penimbunan tanah penutup atau bekas penambangan yang telah ditimbun kembali (back filled areas) kemudian ditanami vegetasi penutup (ground cover vegetation) yang nantinya dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi lahan pertanian atau perkebunan. Sedangkan cekungan-cekungan bekas penambangan yang berubah menjadi genangan-genangan air atau kolam-kolam besar sebaiknya dapat diupayakan agar dapat dikembangkan pula menjadi tempat budi-daya ikan atau tempat rekreasi.







![]() | Hari ini | 290 |
![]() | Kemarin | 1459 |
![]() | Minggu ini | 7773 |
![]() | Bulan ini | 27772 |
![]() | Total sejak 10-01-2010 | 935535 |
Anda dapat nonton TV Online Live Streaming (TV One, Tranc TV, Indosiar, Trans 7, AN TV, DAAI TV, dan Spacetoon) dengan Klik ini NONTON TV ONLINE.
Pasang iklan barang/produk Anda pada 1.320 lebih website iklan baris secara otomatis dengan Software Autosubmit.
Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel A. Apa yang dimaksud dengan AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan) AMDAL merupakan kajian dampak besar... [Selanjutnya...]
Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Pemanasan Global (Global Warming) merupakan isu yang semakin sering didengungkan oleh berbagai pihak... [Selanjutnya...]
Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike merupakan salah satu hutan hujan tropis di Sumatera Utara. TWA... [Selanjutnya...]
Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Microhyla nepenthicola ditemukan di dekat Gunung Serapi, di dalam Kubah, Taman Nasional Kalimantan tahun... [Selanjutnya...]
Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Istilah taksonomi berasal dari bahasa Yunani, yaitu taxis yang berarti susunan dan nomos yang berarti hukum.... [Selanjutnya...]
Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Identifikasi satwa dimaksudkan sebagai upaya untuk mengenal jenis, keadaan umum status populasi dan tempat... [Selanjutnya...]
Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel A. Pengertian Dinamika populasi merupakan suatu ilmu yang mempelajari mengenai perubahan-perubahan yang... [Selanjutnya...]
Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Populasi merupakan sehimpunan individu atau kelompok individu suatu jenis makhluk hidup yang tergolong dalam... [Selanjutnya...]
Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Semua populasi mempunyai kemampuan untuk tumbuh dan berkembang, tetapi juga menyusut jumlahnya hingga punah.... [Selanjutnya...]
Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel A. Penyebaran Organisme atau kumpulan organisme tersebar di permukaan bumi sesuai kemampuan pergerakannya... [Selanjutnya...]
Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel A. Tujuan, Faktor Penyebab dan Proses Perpindahan Perpindahan populasi pada satwa liar dikenal juga dengan... [Selanjutnya...]
Cara Mudah Membangun Usaha Tour & Travel Sejumlah ukuran-ukuran dasar penting yang digunakan untuk menggambarkan/ menjelaskan tentang populasi dan... [Selanjutnya...]
Jika Anda menyukai ideelok.com, maka tunjukkanlah apresiasi Anda dengan sedikit sumbangan melalui :
Terima kasih atas sumbangannya.